Kamis, 30 Agustus 2007

Hola Tarakan

Sungguh tidak pernah terbayang di pikiran gw ketika lulus kuliah bahwa gw akan hidup di kota Tarakan ini. Gw selalu membayangkan bahwa gw bakal bekerja di Jakarta( atau minimal kota-kota besar lain) dan menjalani kehidupan yang serba mapan.

Tapi waktu menjawab beda, hidup tidak harus sama dengan yang kita inginkan. Yang Di Atas pasti memiliki skenario atas segala sesuatu. Sekarang gw baru sadar bahwa yang namanya bersyukur itu sulitt banget. Kita sudah mendapatkan sesuatu yang lebih dibanding orang kebanyakan, tetapi kita tidak puas. Ok, ambisi dan cita-cita memang penting. Tapi gw mencoba untuk lebih melihat masa kekinian, melihat kita dibanding orang lain di sekitar kita. Apakah kondisi kita lebih buruk dari mereka atau justru kita adalah orang yang mereka anggap di level atas??

Pertama

Halo Tarakan...